Home / Ilmu Peta / Peta / Peta Geologi Painan dan Muara Siberut

Peta Geologi Painan dan Muara Siberut

Peta geologi lembar Painan dan Timur Laut Muara Siberut, yang diteliti oleh H.M.D. Rosidi, S.Tjokrosapoetro, B. Pendowo, S. Gafoer dan Suharsono pada tahun 1996. Silahkan download peta geologi lembar painan dan timur laut muara siberut dengan cara mengikuti Survei yang telah kami berikan.

Silahkan miliki peta geologi daerah anda dengan cara mengikuti survei terlebih dahulu, setelah itu anda baru akan memiliki peta, hasil survei yang anda lakukan akan menambah informasi yang kami perlukan, dan semua ini adalah GRATIS…!!!

Video tutorial cara untuk download : videos123.org/videos.html

 Klik disini untuk download Peta : 

http://downloadconfirm.net/file/05o8861

Peta Geologi Lembar Painan dan Timur Laut Muara Siberut
Peta Geologi Lembar Painan dan Timur Laut Muara Siberut

 

Ukuran Download File Geologi Painan
Ukuran Download File Geologi Painan
Klik disini untuk download Peta : 
http://downloadconfirm.net/file/05o8861 Berikut ini uraian tiap Formasi pada peta Geologi lembar Painan dan Muara Siberut :

Endapan Permukaan
Surficial Deposits

Qal    Aluvium : Lanau, pasir dan kerikil
Alluvium : Silt, sand and gravel

Ql    Endapan Danau : Lanau, pasir lempung, lumpur dan kerikil
Lake Deposits : Silt, sand, clay, mud and gravel

Qat   Endapan Undak : Bongkah, kerikil, dan pasir, setempat tingginya 30 – 40 m di atas permukaan sungai
Terrace Deposits : Boulders, gravel, and sand; locally 30 to 40 m above river level

Batuan Sedimen dan Malihan
Sedimentary And Metamorphic Rocks

Qtk    Formasi Kasai : Tuf batuapung bersifat asam, batupasir tufan, dengan sisipan bentonit dan sedikit lignit. Kayu yang membantu biasa diketemukan berumur Plio-Plistosen. tebal maksumum 700 m
Kasai Formation : Acidic pumice tuff, tuffaceous sandstone with bentonit and some lignite intercalations. Silicified wood is quite common. Plio-Plistocene in age. The maximum thickness is 700 m

Tmpm    Formasi Muaraenim : Batupasir, batulempung pasiran, dan lignit yang mencapai 10% dari ketebalan formasi. Berumur Mio-Pliosen. Tebalnya mencapai 600 m.
Muaraenim Formation : sandstone, sandy claystone and lignit which reaches up to 10% of the formation thickness. The age is Mio-Pliocene. the thickness reaches 600 m.

Tma    Formasi Airbenakat : Batulempung dengan sisipan batupasir, sebagian glokonitan dan umumnya mengandung lepidocyclina, Miopgypsina, Cycloclypeus. Tebalnya sekitar 900 m, berumur Miosen Atas.
Airbenakat Formation : Claystone with sandstone intercalations; in part glauconitic which contains lepidocyclina, Miogypsina, Cycloclypeus. Appraximately 900 m thick, late Miocene age.

Tmg    Formasi Gumai : Serpih, batugamping napalan, lapisan tipis tuf andesitan biasa diketemukan; dan mengandung foraminifera kecil, terutama globigerinidae. Tebal maksumum 800 m.
Gumai Formation : Shale, marly limestone, thin layers of andesitic tuff; and contains small foraminifera especially of Globigerinidae. Maximum thickness 800 m.

Tomt    Formasi Talangakar : Napal dengan lensa rijang hitam, batupasir lignitan, tuf andesitan, breksi andesitan, dengan batupasir glokonitan. Tebal maksumum 1500m.
Talangakar Formation : Marl with lenses of black chert, lignitic sandstone, andesitic tuff, and andesitic breccia with glauconitic sandstone. Maximum thickness 1500 m.

Tmo    Anggota Atas Formasi Ombilin : Batulempung pasiran, batupasir tufan, batupasir kuarsa, batupasir glokonitan, batulempung napalan, lapisan batubara dan konglomerat dengan komponen andesitan. Tebalnya diperkirakan 600 m.
Upper Member Of Ombilin Formation : Sandy claystone, tuffaceous sandstone, quartz sandstone, galuconitic sandstone, marly sandstone, coal seams and conglomerate with andesitic components. Approximately 600 m thick.

Tmr    Formasi Rantaukil : Batupasir lempungan, batupasir tufan, batupasir gampingan, batulempung pasiran, batulempung tufan, napal, dan lensa tipis batugamping. Berlapis baik. ditemukan globigerina, Elphidium, Hastigerina sp., Catapsydrax sp., Rotalia becarii(LINN), dan Miogypsina yang berumur Te hingga Tf (Oligosen Awal sampai Miosen) dan juga Ostrakoda. Tebalnya sekurang-kurangnya 1000m
Rantaukil Formation : Clayey sandstone, tuffaceous sandstone, calcareous sandstone, sandy claystone, tuffaceous claystone, marlm and thin lenses of limestone. Well Bedded. Globigerina, Elphidium, Hastgerina sp., Catapsydrax sp., Rotalia Becarii (LINN), and Miogypsina are found, shich ranges Te to Tf (Early Oligocene to Miocene) And Ostracodes. Thickness at least 1000m.

Tos    Formasi Sinamar : Konglomerat, batupasir kuarsa berbutir kasar, batupasir kuarsa mengandung mika, batupasir arkosan, batulempung napal, batulempung pasiran, lapisan batubara dan batugamping koral. Komponen konglomerat adalah kuarsit, kuarsa susu dan pecahan granit. Batulempung serpih dan napal makin bertambah ke arah atas. Terdapat Rotalia Beccarii (LINN) dengan sumbat di umbilikus. tebalnya mencapai 750 m.
Sinamar Formation : Conglomerate, coarse-grained quartz sandstone, micaceous quartz sandstone, arkosic sandstone, claystone, marl, sandy claystone, coal seams and coral limestone. Conglomerate has components of quarzite, milk quartz, and granitic fragments. Claystone, shale, and marl increase upward. Rotalia becarii (LINN) with a plug in umbilicus occurs. Thickness reachess 750 m.

Ks    Formasi Siulak : Batuan sedimen dan batuan gunungapi. Batuan sedimen terdiri dari serpih batugamping berkarbon dan kuarsa bersudut, batulanau gampingan (dengan mineral lempung, kuarsa anhedral dan mineral bijih), tuf, tuf terkersikkan dan batugamping hablur, Batuan gunungapi berkisar andesitan sampai dasit dan telah berubah. Tuf yang berlapis terdiri dari augit, horenblenda, feldspar, klorit dan gelas. Satuan ini sedikit termalihkan dengan rekahan atau kekar yang terisi oleh kalsit
Siulak Formation : Sedimentary and volcanic rocks. Sedimentary rocks consist of calcareous and carbonaceous shale with angular quartz, calcareous siltstone (with clay minerals, anhedral quartz and ore minerals), tuff, Silicified tuff, and crystalline limestone. the volcanic rocks are andesitic to dacitic in composition and altered. This is slightly metamorphosed with crack and joint filled with calcite.

Ksl    Batugamping Formasi Siulak : Batugamping sangat terkekarkan, habluran dan mengandung fosil Loftulisa dan Hydrocorallinae, yang berumur kapur. tebalnya mencapai 500 m.
Limestone Of Siulak Formation : Limestone is highly jointed, crystalline and contains Loftulisa and Hidrocorallinae fossils of Cretaceous age. Thickness reaches 500 m.

Jt    Formasi Tabir : Konglomerat dan batupasir tufan, batupasir gampingan dengan sisipan tuf pisolitan yang andesitan, agak sedikit termalihkan dan terubah. Komponen konglomerat ialah kuarsit, kuarsa susu, tuf terkersikkan, rijang dan pecahan batuan andesitan berasal dari batuan Paleozoikum. Matriks ialah tuf dengan beberapa kuarsa. Fosil moluska, Ostrea terdapat di dalam batupasir gampingan, umur Mesozoikum, mungkin jura. Tebalnya mencapai 450 m
Tabir Formation : Conglomerate and tuffaceous sandstone, calcareous sandstone with pisolitic andesitic tuff, intercalations; very slightly metamorphosed and altered. Components of conglomerate are quarzite, milk quarzite, silicified tuff, chert and andesitic rock fragments from paleozoic rocks. Matrix is tuff with some quartz Mollusca fossils, Ostrea occurs in calcareous sandstone which indicates Mesozoic, possibly Jurrassic age. Thickness reaches 450 m.

Ps    Formasi Siguntur : Kuarsit pejal dan sedikit terubah, serpih pelitan, batulanau pejal dan sedikit terkersikkan, batusabak sebagai sisipan dalam kuarsit, filit dan rijang. Tebalnya diperkirakan 2000 m.
Siguntur Formation : Quarzite compact and weakly deformed, pelitic shale, compact siltstone and locally silicified, slate occurs as intercalation in quarzite, phyllite and chert. Approximately 2000 m thick.

Jsl    Anggota Batugamping Formasi Siguntur : Pejal dan berongga. fosil Stromatoporid berumur Mesozoikum dan mungkin Jura ditemukan sepanjang S.Siguntur.
Limestone Member Of Siguntur Formation : Compact and cavernous. Stromatoporid fossils of Mesozoic age were found along S.Siguntur and probably Jurrassic in age.

Rts    Anggota Batusabak Dan Serpih Formasi Tuhur : Batusabak, serpih, serpih napalan, dengan sisipan rijang, radiolarit, serpih terkersikkan; dan lapisan tipis grewake yang termalihkan
Slate And Shale Member Of Tuhur Formation : slate, shale, marly shale; and intercalations of chert, radiolarite, silicified shale; and metamorphosed greywacke.

Pb    Formasi Barisan : Filit, batusabak, batugamping, batutanduk dan grewake meta. Filit terdiri dari muskovit, serisit, klorit dan kuarsa; sedikit turmalin, epidot, zirkon dan grafit; setempat telah berikal terutama di jalur koyak dimana pendaunannya berkembang baik. Belahan batusabak umumnya berkembang baik. Rijang banyak sekali terdapat. Urat kuarsa sulfida magmatik mengandung emas terdapat di daerah S.Sapat ketebalannya mungkin lebih dari 3500 m.
Barisan Formation : Phyllite, slate, limestone, horenfels, and meta greywake. Phyllite is composed of muscovite, sericite, chlorite, and quartz; minor tourmaline, epidote, zircon, and graphite;locally kinked esoecially in shear zone where folliation is well developed. Slaty clevage is commonly well developed. Chert is aboundant. Magmatic sulfide bearing gold quartz veins are found in S.Sapat. thickness is probably more than 3500 m.

Pbl    Anggota Batugamping Formasi Barisan : Terpualamkan, terhablur, dan pejal. Batugamping di Bukit Cermin mengandung Schwagerina sp dan Fusulinacea dan menunjukkan umur Perem Awal.
Limestone Member Of Barisan Formation : Marblelized, crystalline, and compact. Limestone in Bukit (Hill) Cermin contains Schwagerina sp. And Fusulinacea indicating Early Permian age.

PCn    Formasi Ngaol : Genes, kuarsit, batugamping meta dan seekis. Genes terdiri dari Genes kuarsa-plagioklas-biotit, genes kuarsa-felspar-klorit-silimanit, genes horenblenda-plagioklas-kuarsa-biotit dan amfibolit. Malihannya sesuai dengan fasies amfibolit. Kuarsit susunannya seperti arkosa, pejal, rijangan; mengandung lapisan tipis sekis dan urat kuarsa, dan sekis klorit-kuarsa-felspar-muskovit-demortinit-garnet dan sekis klorit-kuarsa-biotit-epidot. Sekistositasnya terbentuk baik.
Ngaol Formation : Gneiss, quarzite, meta-limestone, and schist. The gneiss consists of quartz-plagioclase-biotite gneiss,quartz-feldspar-chlorite-silimanite gneiss,hornblende-plagioclase-quartz-feldspar-chlorite-silimanite gneiss, hornblende-plagioclase-quartz-biotite gneiss and amphibiolite. Metamorphism corresponds to amphibolite facies. The quartz veins in part mineralized, shist consists of chlorite-sericite-quartz-albit schist, chlorite-quartz-feldspar-muscovite-demortirite-garnet schist and chlorite-quartz-biotite-epidote schist. Schistosity is well developed.

Batuan Gunungapi
Volcanic Rocks

Qyu    Batuan Gunungapi yang tidak terpisahkan : Breksi gunungapi, lahar, breksi tuf dan tuf;bersusunan basal sampai andesit. Batuan ini berasal dari G.Kerinci dan G.Tujuh
Undifferentlated Volcanics Rocks : Volcanic breccia, lahars, tuff breccia, and tuff;basaltic to andesitic in composition. The rocks were derived from G.Kerinci and G.Tujuh.

Qyl    Lava : Susuan dan asalnya sama dengan batuan gunungapi yang tidak terpisahkan (Qyu) seperti diperkirakan di atas. Aliran terdapat disekitar lereng G.Kerinci dan G.Tujuh.
Lava : Composition and source are similiar to undifferentiated volcanic rocks (Qyu) desribed above. Flows occur around the flanks of G.Kerinci and G.Tujuh

Qou    Batuan Gunungapi Asam Yang Tak Terpisahkan : Lava, tuf hablur dan kaca, tuf, breksi tuf, ignimbrit dan obsidian yang asam sampai menengah. Obsidian terdapat di hulu S.Tebo di Bukit Cermin. Batuan ini bersusun dasitan. Tuf hablur terdiri dari kuarsa dan felspar dengan masadasar silika, klorit, hornblenda dan kalsit; setempat mengandung pecahan andesit, Terdapat aliran riolit yang berpita-pita. Setempat terdapat retas andesit, aplit dan kuarsa porfir dasitan. Batuan ini sidimpulkan berumur Kuarter Awal.
Undifferentiated Acid Volcanic Rocks : Lava, srystal and vitric tuff, tuff, tuff-breccia, ignimbrite and obsidian of acid to intermediate composition. Obsidian occurs in the upper reaches of S.Tebo in Bukit Cermin. These rocks are daciic in composition. The crystal tuff is composed of quartz and feldspar with a matric of silica, chlorite, hornblende, and calcite; locally contain andesitic fragment. A few banded rhyolitic flow occurs. Aplite, dacitic quartz porphyry, and andesite dikes occurs locally. These rocks are inferred to be Early Quaternary in age.

Qoa    Breksi Gunungapi yang tidak terpisahkan : Breksi tuf, lahar dan aliran lava; kebanyakan bersusunan andesitan. Batuan basalan merupakan sebagian kecil dari satuan ini. Setempat batuan ini diterobos oleh retas dasitan dan terpropilitkan. Pusat letusan batuan ini mungkin berasal dari G.Keinci yang tua. G.tujuh, G.Runcing, G.Panjang. Satuan ini dinyatakan berumur Kuarter Awal.
Undifferentiated Volcanic Breccia : Tuff breccia, lahar, and lava flows; mostly of andesitic composition. Basaltic rocks make up a small lava flows;mostly of andesitic composition. Basaltic rocks make up small part of this unit. these rocks are locally intruded by dacitic dikes and propylited. They may be from old G.Kerinci, G.Tujuh, G.Runcing, and G.Panjang. They are inferred to be Early Quaternary in Age.

Qot    Lava : Susunan dan asalnya sama dengan batuan gunungapi yang tak terpisahkan (Qou). Terdapat di sekitar lereng G.Runcing, G.Lumut dan G.Panejolan.
Lava : Composition and source are similiar to undifferentiated volcanic rocks (Qou). they are inferred to be Early Quaternary in Age

Tomp    Batuan Gunungapi Oligo-Miosen : Batuan gunungapi dengan sejumlah kecil batuan sedimen. BAtuan gunungapi terdiri dari lava, breksi, breksi tuf, tuf hablur, ignimbrit dan tuf sela, kebanyakan bersusunan andesitan dan dasitan. Tuf sela ini terdiri dari rombakan pecahan andesit, lempung pasiran, gelas dan rijang, dengan perekat gelas, kalsit lembut, kuarsa dan felspar. Tuf hablur mengandung banyak feldspar dan kuarsa dengan masadasar serisit, mineral lempung dan gelas, termasuk arkosa, serpih, bituminan, batubara serpihan, batupasir tufan, serpih tufan, tuf andesitan dan breksi tuf. Dalam formasi ini termasuk batuan sedimen berumur Miosen Awal yang mengandung fosil Dicotylendenblad di sebelah selatan G.Kerinci. Umur formasi ini dinyatakan sebagai Oligo-Miosen. tebalnya mencapai 700 m. di Lembar Painan dinamakan Formasi Painan.
Oligo-Miocene Volcanic Rocks : Volcanic rocks with minor amount of sedimentary rocks. The volcanics consist of lava, breccia, tuff breccia, crystal tuff, ignimbrite, and lithic tuff, mostly andesitic to detritus, sandy clay, glass, and chert with cements of glass, calcite, quartz, and feldspar. Crystal tuff, contains abudant feldspar and quartz with groundmass of sericite, clay mineral, and glass, included arkose, bituminous shale, shaly coal, tuffaceous sandstone, andesitic tuff and tuff breccia. Sedimentary rocks south of G.Kerinci that contain Dicotylendenblad. this formation is inferred to be Oligo-Miocene n age. Thickness reaches 700 m. In Painan Quadrangle is named as Painan Formation.

Tb    Formasi Bandan : Terdiri dari urutan batuan ignimbrit dan tuf hibrid yang bersusunan asam dan pejal. Tuf hibrid di G. Bandan terdiri atas pecahan – pecahan kaolin, rijang, bahan gunungapi, dengan perekat kaca, mineral lempung, kalsit, dan feldspar. Batuan ini dinyatakan telah dimuntahkan dari celah sepanjang jalur Sesaran BEsar Sumatera dan diduga berumur Tersier Awal. Tebalnya mencapai 500 m.
Bandan Formation : Consists of sequence of ignimbrites and hybrid tuff of acidic composition, and compact. The hybrid tuff in G. BAndan consist of fragments of kaolin, chert, volcanic materials, and cement of glass, clay minerals, calcite and feldspar. The rocks of the formation are thought to have been erupted from fissures along the Great Sumatran Fault Zone and are assumed to be of Early Tertiary age. Thickness reached 500 m.

Pp    Formasi Palepat : Terutama lava, tuf sela hablur, dan tuf sela berkomposisi andesitan; terpropilitkan secara hidrotermal; termineralkan sehingga terbentuk pirit, tembaga dan molibden. Lava basalan dan iolitan tersebar tidak beraturan dalam formasi ini. Pada umumnya lava andesitan dengan plagioklas menengan dan mineral mafik, terubah menjadi serisit dan klorit. Tuf sela dan tuf hablur mengandung pecahan – pecahan andesit dan basal. Formasi ini juga mengandung batulanau keras terkersikkan, batutandk, sepih, dan batugamping hablur terlapis baik. Ditermukan Strophomenia (?), Chonotes (?) dan Sperifer (?) di dalam batugamping dan pecahan – pecahan brachiopoda dan krinnoida terdapat di dalam tuf sela di S.Selayo. Fusulina yang kurang baik ditermukan di dalam batugamping sepanjang S.Tabir. Fosil-Fosil itu menunjukkan umur Paleozoikum, mungkin perem. Tebalnya mencapai 1100 m.
Palepat Formation : Mainly lava, crystal lithic tuff, and lithic tuff of andesitic composition; hydrothermally propylitized; mineralized the rocks with the introduction of pyrites, copper, and molybdenum. Basaltic and rhyolitic lavas are randomly distributed in this formation. In general andesitic lavas are intermediate plagioclase and mafic minerals altered to saricite and chlorite. Lithic tuff and crystal tuff contains andesite and basalt fragments. The formation contains hard silicified siltstone, hornstone, shale and well-bedded crystalline limestone. Interminate secies of Strophomenia, Chonotes, and Sperifer were found in limestone, and fragments of brachiopods and crinoids were found in the litchic tuff in the S.Selayo. Fusuline were also found in the limestone along the S.Tabir. Those fossils indicate a Paleozoic probably a permian age. Thickness reaches 1100 m.

Batuan Intrusi
Intrusive Rocks

Tgr    Granit : Granit biotit, porfiri kuarsa dan granit grafik. Granit terdapat sebagai inti di dalam batuan pluton granodiorit di daerah sebelah selatan gunung Kerinci. Granit ini dinyatakan berumur Miosen Tengah karena hubungannya dengan batuan pluton granodiorit.
Granite : Biotite granite, quartz porphyry and graphic granite. The granite occurs as cores within granodiorite stocks in the Area south of G.Kerinci. These granites are inferred to be of Middle Miocene age because of their association with the granodiorite stocks.

Tgd     Granodiorit : Granit hornblende sampai granodiorit. Dinyatakan berumur Miosen Tengah karena menerobos formasi Painan yang berumur Tersier Bawah di sebelah selatan gunung Kerinci.
Granodiorite : Hornblende granite to granodiorite. They are inferred to be Middle Miocene because they intrude Lower Tertiary Painan Formation south of G.Kerinci.

Tdb   Diabas : Retas bertekstur diabasan. Tersusun oleh labradorit, augit, diopsit dan olivin. Beberapa dari diabas ini mengalami kloritisasi. Diabas dinyatakan berumur Tersier Tengah karena menerobos formasi Painan (Tomp) yang berumur Tersier Akhir.
Diabase : Dikes with diabasic tecture; composed of labradorite, augite, diopside, and olivine; some of diabase chloritezed. The diabase is inferred to Middle Tertiary because it intrudes Lower Tertiary Painan Formation (Tomp)

Kgr Batuan Granitan : Susunannya berkisar antara granodiorit sampai granit dengan bintik-bintik mineral mafik, setempat telah terubah. Terdapat sebagai stock. Batuan ini menerobos baik batuan Mesozoikum maupun Paleozoikum dan karena itu dinyatakan berumur Mesozoikum Akhir (Kapur) dan dapat dikorelasikan dengan granit Lassi yang berumur Kapur Akhir di dataran tinggi Padang (Katili, 1962, 1973).
Granitic Rocks : The composition ranges from granodiorite to granite; with spots composed of mafic minerals, altered locally. Occurs in stock. The rocks intrude Mesozoic as well as Paleozoic rocks and are Therefore inferred to be Late Mesozoic (Cretaceous) and to correlate with the Late Cretaceous, Lassi Granite of Padang Highlands(Katili, 1962, 1973).

Kd Diorit : Susunannya berkisar antara diorit hornblende sampai diorit kuarsa, dengan bintik-bintik mineral mafik, terdapat sebagai stock. Setempat terpecah-pecah, terkloritkan dan terubah. Batuan ini menerobos baik batuan Mesozoikum maupun Paleozoikum tetapi tidak menerobos batuan bagian atas formasi Ombilin (Tmo).
Diorite : The composition ranges from hornblende diorite to quartz diorite; with spots mafic minerals; occrs in stocks. Locally fractured, chloritized, and altered. These rocks intrude Mesozoic (Js) as well as Paleozoic (Pb) rocks but they do not intrude the rocks of the upper part of the Ombilin Formation (Tmo)

Jgr Granit : Susunannya berkisar antara granit biotit hornblende sampai granodiorit dengan bintik-bintik mineral mafik, plagioklas dari jenis oligoklas, hornblende telah mengalami kloritisasi dan setempat terdapat apatit, terdapat sebagai stock. Granodiorit disimpulkan berumur lebih muda daripada batuan Paleozoikum dan lebih tua daripada formasi Tabir yang berumur Jura, mungkin berumur Jura Awal.
Granite : The composition ranges from hornblende biotite granite to granodiorit, with spots of mafic minerals, the plagioclase is oligoclase, the hornblende has been chloritized and apatite occurs locally. Occurs in stock Granodiorite are inferred to be younger than the Paleozoic rocks and older than the Jurrassic (?) Tabir Formation (Jt); they are probably of Early Jurrasic age.

Jd Diorit : Susunannya berkisar antara diorit hornblende sampai diorit kuarsa dengan bintik-bintik mineral mafik, secara setempat terkena kloritisasi dan terubah, terdapat sebagai stock. Batuan ini menerobos formasi Palepat dan pluton asam (granit dan granodiorit) tetapi tidak menerobos Formasi Tabir yang berumur Jura. Diorit ini disimpulkan berumur Jura Akhir.
Diorite : The composition ranges from hornblende diorite to quartz diorite, with spots of mafic minerals, locally chloritized and altered. Occurs in stock. It intrudes Palepat Formation (Pp) and acid pluton (Granite and granodiorite) but it does not intrude Jurrassic (?) Tabir Formation(Jt). The diorit is inferred to be Late Jurrassic.

Tektonit
Textonite

Kub   Ultrabasa : Diabas yang terserpentinisasi, serpentinit dan harzburgit. Terdapat di jalur koyakan, berhubungan dengan sesar yang berarah baratlaut-tenggara di bagian tengah lembar sebelah timur jalur sesar Sumatera dan bersentuhan dengan batuan Paleozoikum.
Ultrabasic : Seprentinized diabase, serpentinite, and harzburgite, Occurs in shear zone, associated with NW-SE faults in central area of Paleozoic rocks east of Sumataran Fault Zones and related to Paleozoic rocks.

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2018

Harga GPS Garmin 2018 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin luangkanlah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online