Home / Ilmu Peta / Tutorial & Software Pemetaan / Proyeksi Dan Datum Dalam GIS

Proyeksi Dan Datum Dalam GIS

Jenis proyeksi dan datum adalah konsep yang penting. Pengguna ArcGIS Desktop memahami konsep tersebut sebelum lebih jauh melakukan analisis dan pemodelan. Banyak kesalahan yang dilakukan pengguna dalam menggunakan ArcGIS Desktop dikarenakan kurang pemahaman tentang hal tersebut.

Proyeksi Spheroid

Bumi direpresentasikan sebagai sebuah bola (sphere). Namun dikarenakan sebenarnya bumi tidak persis bulat, maka dibuatlah konsep spheroid yang merupakan representasi pemodelan dari permukaan bumi (ESRI 2004).
Sphereoid tidak mengganggap bumi sebagai bola sempurna melainkan sudah memperhatikan bentuk elips. Konsep spheroid harus diperhitungkan untuk pemetaan dengan skala besar, misalnya lebih besar dari 1 : 1 .000.000.

Gambar Sphere, sphereoid (ellipsoid), dan axis dari spheroid

Gambar Sphere, sphereoid (ellipsoid), dan axis dari spheroid

Parameter dari spheroid sebagaimana terlihat pada Gambar diatas ditentukan oleh equatorial axis (a), polar axis (b) dan flattening (1/f). Flatenning (faktor pengepengan) dihitung dengan formula l/f = a / (a – b). Sebagai contoh parameter spheroid untuk World Geodetic System 1984 (WGS 1984) adalah sebagai berikut.

a = 6,378.137
b = 6.356952,314245179
l/f= 298,257223563

Datum GIS

Jika Spheroid merepresentasikan bentuk bumi, maka datum menentukan posisi spheroid secara relative terhadap titik pusat bumi (ESRI 2004). Datum dapat dianggap sebagai kerangka referensi pengukuran lokasi pada permukaan bumi.

Datum yang paling terbaru dikembangkan dan digunakan oleh banyak penggunaan adalah WGS 1984 dengan parameter seperti pada table berikut.

Parameter Nonasi Nilai
Semi-major axis a 63781370 m
Flattening factor of the earth 1/f 298.2572236
Nominal mean angular velocity w 7292115 10-11 rad/s
Geocentric gravitional constant GM 3986004.418 108 m3/s3

Tabel Parameter Datum WGS 1984

  • Pengelompokan proyeksi

proyeksi adalah transformasi dari bentuk spheroid ke bidang datar. Bahasan mengenai proyeksi sangat luas dan kompleks. Meskipun tidak perlu harus mengetahui detail dari setiap kategori, pengguna ArcGIS Desktop diharapkan mengetahui pengelompokan proyeksi dan spesifikasi proyeksi yang digunakan pada wilayah yang kajian.

Seperti disajikan pada tabel dibawah, bahwa proyeksi dapat dikelompokkan berdasarkan banyak pertimbangan. Proyeksi dapat dilihat berdasarkan bidang proyeksi yang digunakan, persinggungan bidang proyeksi tersebut dengan bola bumi atau sphere, posisi sumbu dari bidang proyeksi dengan sumbu bola bumi, sifat yang dipertahankan antara sebelum dan sesudah dilakukan proyeksi, dan cara penurunan proyeksi.

Untuk menyatakan suatu proyeksi, pengguna dapat menggunakan beberapa dasar pengclompokan sekaligus. Sebagai contoh, proyeksi polyeder merupakan proyeksi kerucut normal konform. Penamaan tersebut telah sekaligus menunjukkan posisi proyeksi polyeder di dalam beberapa tipe pengelompokan.

Kerucut menunjukkan bidang proyeksi yang digunakan, normal menunjukkan posisi sumbu yang mengarah ke kutub (polar) dan konform menunjukkan yang dipertahankan oleh proyeksi tersebut adalah bentuk/sudut.

Dasar Pengelompokan Tipe proyeksi Keterangan
Bidang proyeksi Bidang datar Bidang proyeksi bidang datar
Kerucut Bidang proyeksi bidang selimut kerucut
Silinder Bidang proyeksi bidang selimut kerucut
Persinggungan Tangent Bidang proyeksi bersinggungan dengan sphere
Secant Bidang proyeksi berpotongan dengan sphere
Polysuperficial Menggunakan banyak bidang proyeksi
Posisi sumbu Normal (polar) Sumbu simetri berimpit dengan sumbu sphere
Miring Sumbu simetri miring terhadap sumbu sphere
Traversal (equatorial) Sumbu simetri tegak terhadap sumbu sphere
Sifat yang dipertahankan Ekuivalen Mempertahankan lulas
Konform Mempertahankan bentuk/sudut
Ekuidistan Mempertahankan jarak
Cara penurunan Geometris Menggunakan perspektif
Matematis Menggunakan hitungan matematis
Semi Geometris Sebagian dengan perspektif, sebagian matematis

Tabel Pengelompokan proyeksi

  • Proyeksi berdasarkan bidang proyeksi

Pengelompokan proyeksi yang telah dibahas sebelumnya menunjukkan pengelompokan yang lengkap dari proyeksi. Meskipun demikian, bahasan mengenai pengelompokan proyeksi seringkali cukup berdasarkan kategori yang dominan, yaitu berdasarkan pada bidang proyeksi.

Beberapa metode telah dikembangkan untuk mendapatkan bidang datar dari spheroid yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok sebagai berikut (ESRI 2004).

  1. Proyeksi planar atau bidang datar
  2. Proyeksi kerucut, dan
  3. Proyeksi silinder.

Proyesi planar memproyeksikan spheroid langsung ke bidang datar tanpa suatu bangun perantara terlebih dahulu. Sebagai contoh proyeksi planar tipe tangent gambar di dibawah. Selanjutnya proyeksi planar tipe tangent dapat dibagi lagi menjadi tipe polar, equatorial dan oblique.

Gambar Tipe proyeksi planar

Gambar Tipe proyeksi planar

Untuk memproyeksikan spheroid ke bidang datar seperti pada Gambar diatas. Pada setiap tipe proyeksi planar tersebut di atas, terdapat pilihan cara melakukan proyeksi tergantung kepada pemilihan perspektif yang dipilih, yaitu secara gnomonic, stereographic, dan orthographic seperti tampak pada gambar berikut.

Gambar Perspektif proyeksi planar (Albrecht 2005)

Gambar Perspektif proyeksi planar (Albrecht 2005)

Proyeksi silinder memproyeksikan spheroid ke bangun silinder untuk selanjutnya diproyeksikan lagi ke bidang datar. Proyeksi silinder sangat umum digunakan seperti untuk proyeksi Transverse Mercator.

Gambar Proyeksi Silinder

Gambar Proyeksi Silinder

Proyeksi kerujut memproyeksikan spheroid ke bangun kerucut untuk selanjutnya diproyeksikan lagi ke bidang datar. Proyeksi kerucut banyak digunakan di negara berlatitude rendah (jauh dari khatulistiwa)

Gambar Proyeksi kerucut

Gambar Proyeksi kerucut

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online