Home / Ilmu Peta / Tutorial & Software Pemetaan / Membuat Layout Sederhana ArcGIS

Membuat Layout Sederhana ArcGIS

Sebelum membuat layout, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah dengan cara mengakses layout view terlebih dahulu. Terdapat dua View pada ArcMap, yaitu Data view dan Layout view sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Untuk berpindah antara data view dan layout view menggunakan scroll bars.

Pada bagian pojok kiri-bawah dari data view suatu project ArcMap terdapat sebanyak empat (4) buah ikon yaitu
– Data View; view default untuk melakukan analisis dan berbagai manipulasi spasial
– Layout View; view untuk membuat layout
– Refresh (F5): untuk update tampilan (view)
– Pause Drawing (F9): stop render tampilan view yang berguna saat bekerja dengan data yang besar

Gambar Scroll bars

Gambar Scroll bars

Refresh dan pause drawing adalah dua tool pada scroll bars yang berguna saat bekerja dengan data spasial yang berukuran besar sehingga untuk menghemat resource komputer, kalian dapat melakukan pause/refresh tampilan. Untuk project berukuran kecil, kedua tool tersebut hampir tidak diperlukan.

Pertama kali membuka Layout View, akan muncul toolbar Layout yang berisi tool-tool yang berhubungan dengan Layout. Toolbar Layout dapat berupa float yang mengambang ataupun berada dalam kumpulan toolbar di bagian atas ArcMap (di bawah menu). Toolbar dapat digeser dengan cara drag-n-drop seperti pada gambar berikut.

Gambar Drag-n-drop digunakan untuk memindah toolbar Layout

Gambar Drag-n-drop digunakan untuk memindah toolbar Layout

Page and print setup

Pengaturan page and print setup adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam pembuatan layout mencakup ukuran kertas dari peta yang akan diprint. Pengaturan ukuran ini sebaiknya dilakukan di awal pembuatan layout. Ukuran kertas dapat diatur pada Page and Print Setup sebagai berikut.

  1. Klik pada menu File > Page and Print Setup
  2. Tentukan printer, ukuran, feeding, dan orientasi kertas dan lain-lain seperti pada dibawah.
  3. Klik OK untuk konfirmasi
  4. Atur Data frame agar memiliki ukuran yang sesuai dan berada pada tempat yang diharapkan seperti pada gambar dibawah

Gambar Page and print setup untuk mengatur ukuran kertas

Gambar Page and print setup untuk mengatur ukuran kertas

Gambar Penyesuaian ukuran data frame pada layout

Gambar Penyesuaian ukuran data frame pada layout

Data frame yang ditambahkan ke layout akan berupa satu entitas dengan bentuk persegi panjang dengan control box di sekelilingnya. kalian dapat mengatur ukuran atau posisi data frame dengan menggeser keseluruhan frame atau dengan menggeser salah satu dari delapan buah control box.

Membuat Judul Layout

Peta harus memiliki judul yang sesuai dengan peta yang dihasilkan. Judul adalah sebuah nama entitas, bukan sebuah kalimat, sehingga penamaan judul harus mengikuti pemberian nama. Peta dapat memiliki satu judul saja. Apabila dipandang perlu, kalian dapat menambahkan sub-judul pada peta. Untuk menambahkan judul pada suatu layout peta dapat dilakukan seprti pada langkah-langkah berikut :

  1. Klik pada menu Insert > Title
  2. Isikan Peta Indonesia
  3. Sebuah teks akan muncul di layout
  4. Geser teks judul peta tersebut untuk mengatur posisi Judul di dalam layout
  5. Untuk mengubah tipe font, ukuran, dan warna bisa dilakukan dengan Klik ganda pada teks Judul tersebut > Change Symbol

Gambar Menambahkan judul pada layout

Gambar Menambahkan judul pada layout

Pemberian judul peta seperti di atas bersifat dinamis. Jika judul peta pada Map document properties diubah, maka judul peta akan turut berubah. Untuk melakukan pengubahan judul peta yang sudah dibuat harus dilakukan pada Map document properties. Selain cara tersebut di atas, judul peta dapat ditambahkan juga secara statis, yang
tidak otomatis berubah saat Map document properties diubah. Judul peta secara statis sama dengan memberi teks biasa pada layout dengan menggunakan salah satu tool pada toolbar Draw.

Memberikan Arah utara ke layout

Arah utara (north arrow) adalah tanda yang menunjukkan referensi arah mata angin, terutama arah utara. Sudah menjadi kesepahaman bersama bahwa referensi orientasi peta ke atas adalah menunjukkan arah utara. Meskipun tidak disarankan, untuk kondisi khusus arah utara ini dapat saja tidak mengarah ke atas. Arah utara ditambahkan ke layout dengan cara seperti berikut.

  1. Klik pada menu Insert > North Arrow
  2. Pilih salah satu tipe North Arrow
  3. Klik OK

Gambar Menambahkan arah utara pada layout

Gambar Menambahkan arah utara pada layout

Skala batang

Skala batang (scale bar) adalah skala yang berbentuk batang/garis yang memiliki segment yang menunjukkan jarak di lapangan. Skala batang sering ditampilkan bersama-sama dengan skala angka. Skala batang sangat baik untuk menampilkan referensi zoom dari suatu peta dibandingkan dengan skala angka. Pada banyak presentasi selain cetak peta, misalnya presentasi dengan proyektor, skala lebih baik digunakan daripada skala angka. Menambahkan skala batang ke layout dilakukan sebagai berikut.

  1. Klik pada menu Insert > Scale bar
  2. Pilih salah satu tipe Scale bar seperti tampak pada gambar
  3. Klik pada Properties untuk pengaturan lebih lanjut
  4. Tentukan Number of divisions dan Number of subdivisions
  5. Pilih division unit Kilometers
  6. Ketik label Km
  7. Klik OK
  8. Atur posisi dan ukuran skala batang sehingga seperti tampak pada gambar berikut.

Gambar Menambahkan skala batang ke Layout pada ArcMap

Gambar Menambahkan skala batang ke Layout pada ArcMap

Kalian dapat melakukan pengaturan ulang skala batang dengan membuka properti dari skala batang tersebut. Lakukan Klik-ganda di atas skala batang atau Klik-kanan > properties untuk membuka properti dari skala batang. Kalian juga dapat menyesuaikan rentang skala batang dengan cara menggeser control box yang tampil saat skala batang dipilih. Kalian harus sering latihan agar dapat menampilkan skala batang yang diinginkan.

Membuat legenda di ArcGIS

Legenda adalah keterangan peta yang menjelaskan data yang ditampilkan pada layout. Legenda berisi layer-layer yang ada pada TOC dan symbology-nya. Untuk menambahkan legenda pada layout dilakukan sebagai berikut.

  1. Klik pada menu Insert > Legend
  2. Tentukan layer yang akan dimasukan di dalam legenda. Jika ada satu layer yang tidak akan ditampilkan di dalam legenda, pilih layer tersebut dan Klik pada tanda panah , atau sebaliknya. Klik Next.
  3. Isikan nama Legenda, misalkan tulis Keterangan, dan atur font sesuai keinginan. Klik Next.
  4. Atur border, background, dan drop shadow jika diperlukan. Klik Next.
  5. Klik satu per satu ke legend item yang telah dipilih untuk menentukan tipe legend. Klik Next.
  6. Jika diperlukan atur ukuran dan jarak antar elemen di dalam legenda. Klik Finish.
  7. Contoh hasil legend wizard adalah seperti pada Gambar berikut

Gambar Menambahkan legenda pada Layout

Gambar Menambahkan legenda pada Layout

Mengatur ulang legenda

Legenda dapat diatur ulang dengan cara membuka properti dari legenda tersebut yang dapat ditampilkan dengan cara Klik-ganda di atas legenda atau Klik-kanan > properties. Selanjutnya pengaturan ulang legenda dapat dilakukan pada properti legenda seperti susunan layer penyusunan legenda, cara symbology dari layer ditampilkan pada legenda, dan sebagainya.

Gambar Properti dari legenda

Gambar Properti dari legenda

Mengatur ulang layer pada TOC untuk mengubah legenda

Pengaturan layer pada TOC sangat terkait dengan tampilan legenda. Layer yang dihapus dari TOC akan secara otomatis juga dikeluarkan dari legenda. Pengubahan symbology dari satu layer di TOC akan mengubah symbology layer pada legenda. Sebagai contoh, untuk mengubah legenda dari layer Kota dapat dilakukan pada TOC sebagai berikut.

  1. Ubah Symbology layer kota pada properti layer > symbology. Lepaskan tanda conteng pada <all other values>
  2. Edit Label untuk Y menjadi Ibukota dan label N menjadi Kota
  3. Ubah susunan symbol dengan menggunakan tanda panah sehingga simbol Ibukota berada lebih atas dari simbol Kota

Gambar Mengubah symbology pada layer Kota

Gambar Mengubah symbology pada layer Kota

Tampak bahwa legenda yang telah dibuat akan berubah setelah simbologi layer diubah seperti tampak pada gambar berikut.

Gambar Perubahan legenda sebagai akibat perubahan layer

Gambar Perubahan legenda sebagai akibat perubahan layer

Beberapa perubahan pada layer di TOC yang akan juga turut mengubah legenda misalnya mengubah nama layer, nama kategori simbol di dalam layer, symbology, susunan kategori simbol, dan sebagainya.

Mengatur legend item properties

Kalian dapat melakukan pengaturan pada suatu item (layer) di dalam legenda. Sebagai contoh pada gambar diatas tampak bahwa layer Kota masih ‘acakadul’ sehingga perlu dilakukan pengaturan lebih lanjut, atau layer sungai yang memiliki simbol lurus perlu dibuat meliuk-liuk seperti sungai pada umumnya.

Untuk melakukan pengaturan pada legend item properties dapat dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.

  1. Klik-ganda pada legenda dengan menggunakan pointer untuk membuka properti legenda
  2. Pilih tab General. Ganti nama Legend menjadi Keterangan
  3. Pilih tab Items. Terdapat layer Kota, Sungai, Indonesia dan Negara
  4. Klik-ganda pada item Kota untuk membuka legend item properties
  5. Klik pada tab General
  6. Non-aktifkan tanda tik pada Show Layer Name dan Show Heading
  7. Klik OK untuk menutup semua kotak dialog

Gambar Pengaturan legend item properties (1)

Gambar Pengaturan legend item properties (1)

Gambar Pengaturan legend item properties (2)

Gambar Pengaturan legend item properties (2)

Legend item properties juga dapat dilakukan untuk mengubah tampilan simbol. Sebagai contoh layer sungai yang memiliki bentuk simbol garis lurus. Untuk mengubah tampilan simbol layer sungai tersebut dapat dilakukan seperti pada langkah berikut.

  1. Buka properti legenda
  2. Pilih tab Items
  3. Klik-ganda pada item Sungai
  4. Pada tab General, aktifkan Override default patch
  5. Pilih tipe line yang ingin digunakan

Gambar Pengaturan legend item properties (3)

Gambar Pengaturan legend item properties (3)

Legenda dari layer sungai akan berubah sesuai dengan patch yang dipilih seperti berikut.

Gambar Pengaturan legend item properties (4)

Gambar Pengaturan legend item properties (4)

Membuat Grid Peta di ArcGIS

Grid pada layout adalah tanda dan label dari referensi spasial sesuai dengan sistem koordinat. Istilah grid juga dapat merujuk ke terminologi lain, yaitu grid sebagai salah satu format data raster, sehingga diharapkan kalian tidak keliru dalam mengartikan istilah grid pada bahasan layout. Grid pada ArcMap secara default bersifat dinamis. Jika kalian melakukan pengubahan zoom/extent data view, maka secara otomatis grid pada layout pun akan ter-update. Selain ArcMap juga memungkinkan kalian membuat beberapa grid sekaligus dalam satu layout, misalnya grid GCS dan UTM pada suatu peta yang sama.

Pada bagian ini hanya akan ditunjukkan sekilas cara membuat grid. Menambahkan grid pada data frame dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Dengan ArcMap, buka file latihan yang sudah kalian miliki
  2. Klik-ganda pada Data Frame Layers
  3. Pilih tab Grids
  4. Klik New Grid
  5. Pilih Graticule untuk menampilkan koordinat geografis. Nama grid isikan misalnya Geo. Klik Next
  6. Pilih tipe tampilan grid berupa Graticule and labels
  7. Isikan selang grid yang diinginkan, misalkan masing-masing 10 derajat untuk Lat/long. Klik Next.
  8. Pilih apakah menampilkan Map division ticks dan Minor division ticks serta ukuran lebar garis masing-masing. Biarkan secara default jika tidak yakin. Klik Next.
  9. Tentukan border yang mengelilingi data frame di dalam layout. Biarkan default jika tidak yakin. Klik Finish dan OK.

Gambar Menambahkan grid pada layout

Gambar Menambahkan grid pada layout

Pada gambar di atas menunjukkan grid yang dihasilkan masih belum baik untuk digunakan karena label dari grid yang berada di samping kanan-kiri seharusnya berorientasi vertikal, bukan horizontal. Untuk mengubah orientasi grid, dari horizontal menjadi vertikal, serta pengaturan lainnya dapat dilakukan seperti pada langkah-langkah berikut.

  1. Klik-ganda pada Data Frame (layers)
  2. Pilih tab Grids
  3. Pilih nama grid yang sudah dibuat, yaitu Geo dan Klik pada Properties untuk membuka properti dari grid Geo
  4. Pilih tab Labels
  5. Aktifkan tanda tik pada label orientation untuk Left dan Right, Klik OK untuk keluar dari dialog box

Gambar Menambahkan grid pada layout 2

Gambar Menambahkan grid pada layout

Menambahkan image atau gambar ke layout
Menambahkan image ke layout dapat dilakukan untuk menambahkan logo, tanda tangan atau apa pun foto dengan format JPG, TIF, GIF, PNG, atau format umum lainnya. Untuk menambahkan image ke layout dapat dilakukan seperti pada langkah – langkah berikut.

  1. Dengan ArcMap,
  2. Klik pada menu Insert > Picture
  3. Cari file yang akan ditambahkan, bisa format jpeg ataupun PNG
  4. Atur ukuran dan posisi image tersebut dengan menggeser control box

Membuat Neatline

Neatline adalah garis/kotak yang dibuat di sekeliling semua object yang ada di dalam layout. Setelah semua elemen peta ditambahkan pada layout, kalian dapat membuat Neatline dengan cara berikut.

  1. Klik pada menu Insert > Neatline
  2. Pilih Place around all elements
  3. Tentukan ketebalan garis, misalkan 0.5 point
  4. Tentukan background, misalkan putih atau tanpa background
  5. Klik OK untuk konfirmasi

Hasil layout ArcGIS

Membuat layout adalah seni sehingga tidak ada batasan benar/salah melainkan hanya kepatutan/kelayakan yang sifatnya subyektif. Layout yang menurut kalian bagus dan menarik belum tentu sama bagi orang lain. Oleh karena itu mengetahui layout yang umum digunakan di bidang pekerjaan anda sangat penting agar peta yang dihasilkan terlihat umum.

Hasil dari tahapan pada pembahasan ini akan menghasilkan layout seperti tampak pada gambar dibawah. Patut diingat bahwa layout tersebut contoh yang akan berbeda dengan hasil orang per orang.

Gambar Contoh tampilan layout dengan ArcMap

Gambar Contoh tampilan layout dengan ArcMap

Print peta

Print layout dilakukan sama halnya seperti proses print dokumen lainnya. Print layout dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Klik pada menu File > Print
  2. Klik OK untuk menjalankan perintah print

Ekspor layout di ArcGIS

Layout yang sudah dibuat bisa diekspor ke format lainnya seperti image (JPG, TIF, dsb) atau format lain yang support data vektor seperti SVG dan PDF. Melakukan ekspor layout sangat penting baik itu sebagai overview dari project maupun sebagai backup. Perlu diingat bahwa project pembuatan peta pada ArcMap memiliki banyak sekali file yang dirujuk sehingga besar sekali kemungkinan file yang dirujuk oleh project corrupt atau tidak tersedia sehingga keseluruhan project tidak bisa dibuka seperti saat dibuat. Pada kondisi tersebut diperlukan project yang sudah dalam bentuk image maupun PDF. Untuk mengekspor layout ke PDF pada ArcMap dapat dilakukan sebagaimana berikut.

  1. Klik pada menu File > Export Map
  2. Tentukan folder atau lokasi file
  3. Beri nama file output
  4. Pilih format, sebagai contoh pilih PDF
  5. Klik Save untuk menjalankan perintah ekspor

Berikut contoh hasil ekspor ke format PDF yang support layer.

Gambar Contoh hasil ekspor layout ArcMap ke format PDF

Gambar Contoh hasil ekspor layout ArcMap ke format PDF

Menyimpan project ArcGIS

Project ArcMap yang dibuat sebaiknya disimpan secara berkala sepanjang pembuatan project. Project ArcMap hanya berisi informasi data apa saja yang dirujuk dan bagaimana data-data tersebut ditampilkan, tidak berisi data spasial.
File data spasial yang dirujuk tidak ikut tersimpan bersama file project melainkan tetap berada pada file-file tersendiri. Oleh karena itu, satu file project ArcMap (.MXD) tidak dapat dibuka di komputer lain tanpa juga menyertakan data-data yang dirujuk. Untuk menyimpan project ArcMap dapat dilakukan sebagaimana berikut.

  1. Simpan file project dengan Klik pada menu File > Project.
  2. Tentukan folder dan nama file project (ekstensi .MXD)

File Latihan Dapat diambil disini
Latihan ArcGIS

Sekian dulu pembahasan penjang lebar kita mengenai cara Membuat Layout Sederhana ArcGIS, baca pembahasan ArcGIS menarik lainnya di www.majalahbatu.com.

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online