Home / Earth Science / Ilmu Kebumian / Mengenal Tanah Liat dan Kegunaannya

Mengenal Tanah Liat dan Kegunaannya

Tanah liat sudah banyak diketahui orang namun apa itu sebenarnya masih banyak yang belum akan kegunaan secara khusu dari jenis tanah ini. Tanah merupakan alas dimana kita tinggal di permukaan bumi. Tanah sendiri memiliki banyak jenis yang pastinya tiap-tiap jenis ini memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Tanah bahkan bisa dibedakan menurut lapisannya. Nah, seperti jenis tanah yang satu ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari kita. Masyarakat Indonesia pasti sudah banyak yang tahu tentang tanah tersebut. Memang, jenis tanah ini bukan sesuatu yang baru karena sejak zaman nenek moyang, tanah ini sudah sering digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Hal ini dikarenakan, tanah liat adalah jenis tanah yang paling banyak ada di wilayah Indonesia.

Mengenal Tanah Liat dan Kegunaannya

Jenis tanah ini memiliki nama lain tanah lempung. Jika diperhatikan dengan baik, biasanya ditemukan dalam warna hitam atau abu-abu. Dinamakan demikian karena tekstur tanah ini liat sehingga dapat dengan mudah dibentuk menjadi kerajinan. Dilihat dari kandungannya, tanah ini memiliki partikel mineral dengan kerangka dasar silikat berukuran sangat kecil dengan diameter lebih kecil dari 4 micrometer. Tanah ini juga mengandung silica dan leburan alumunium. Dan memiliki kandungan silikon serta oksigen. Lalu bagaimanakah proses tanah ini terbentuk? Tanah liat terbentuk akibat proses lapuknya kerak bumi. Kerak bumi yang mengalami proses pelapukan terdiri dari bermacam unsur seperti oksigen, alumunium, dan silikon. Aktivitas panas bumilah yang membuat kerak bumi melapuk, dan proses ini dibantu oleh asam karbonat sehingga tekstur tanah menjadi liat.

Adapun tanah jenis liat ini memiliki beberapa ciri-ciri khusus. Ciri pertama yang paling mudah dilihat adalah memiliki sifat lengket atau liat. Tanah ini biasanya berbentuk gumpalan keras saat mengering namun ketika terkena basah maka akan lengket. Hal ini karena jenis tanah tersebut memiliki kandungan mineral yang banyak. Ciri kedua adalah sulit menyerap air. Karena tidak bisa menyerap air maka tidak bisa digunakan sebagai tanah pertanian. Ketiga, ketika kering tanah dapat dengan mudah dipecahkan dan menjadi butiran yang sangat halus. Bahkan saking halusnya dapat menyerupai pasir. Keempat, tanah liat berwarna hitam terang ataupun hitam keabu-abuan. Yang kelima, tanah ini biasa digunakan sebagai bahan baku membuat kerajinan tangan seperti tembikar atau gerabah. Dan untuk membuatnya, tanah ini akan dibakar di dalam api bersuhu diatas 10.000 derajat Celcius.

Tanah liat ternyata dapat dibagi ke dalam dua jenis lagi. Yang pertama tanah liat primer, adalah tanah liat yang didapat akibat proses pelapukan batuan feldspatic yang karena tenaga endogen maka tidak berpindah dari batuan asalnya. Sifanya lebih murni karena tanah ini tidak dapat berpindah tempat. Ciri-cirinya adalah memiliki warna putih atau kusam. Warna ini didapat karena tanah liat primer tidak tercampur oleh humus, ranting, dan dedaunan, dan juga tidak terbawa arus air. Butirannya kasar dan biasa ditemukan di tempat yang tinggi. Untuk mematangkan tanah liat primer membutuhkan daya lebur yang tinggi. Yang kedua adalah tanah liat sekunder, yang merupakan batuan sedimen yang mengalami proses pelapukan dan berpindah dari batuan induk karena tenaga eksogen. Ciri-cirinya memiliki warna yang lebih muda, seperti coklat, krem, kuning, merah jambu, dan kehitaman. Warna tersebut didapat karena tanah tersebut bercampur dengan bahan pengotor dan butirannya cenderung halus. Jika dibandingkan dengan tanah liat primer, tanah liat sekunder ini kurang murni dan memiliki ketahanan api yang jauh lebih rendah. Tetapi kedua tanah ini dapat ditemui di seluruh wilayah Indonesia yang lembab seperti rawa, danau, dan sungai. Demikian pembahasan tentang Mengenal Tanah Liat dan Kegunaannya, baca juga pembahasan lainnya di www.majalahbatu.com

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2018

Harga GPS Garmin 2018 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin luangkanlah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online