Home / Earth Science / Luar Angkasa / Struktur Lapisan-lapisan Matahari

Struktur Lapisan-lapisan Matahari

Lapisan-lapisan matahari tentu benar adanya. Matahari merupakan salah satu bintang dalam sistem tata surya kita. Pancaran cahaya matahari menjadi sumber energi utama bagi banyak reaksi kimia makhluk hidup di bumi. Seperti bumi, matahari juga memiliki lapisan-lapisan dalam struktur fisiknya. Namun bila dibandingkan dengan bumi, lapisan-lapisan matahari sebagian besar terdiri dari gas. Hampir tidak ada lapisan yang solid pada struktur matahari, hampir seluruhnya berbentuk gas. Namun meskipun matahari tersusun dari gas, massa jenis gas dan suhunya dapat berubah dengan sangat drastis dari bagian pusat lapisan hingga lapisan yang paling luar. Pada inti matahari atau lapisan pusatnya, massa jenis gas penyusunnya adalah 150 gram/cm kubik. Sedangkan di lapisan matahari paling luar, nilai massa jenis berkurang jauh hingga mencapai 1×10-15 gram/cm kubik. Nilai ini mendekati massa jenis laboratorium vakum di bumi.

Lapisan-lapisan Matahari

Lapisan-lapisan matahari memiliki perbedaan suhu dan hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Lapisan inti memiliki suhu yang paling tinggi dibandingkan lapisan lainnya yaitu mencapai 15 juta derajat Kelvin. Suhu di lapisan setelah inti yaitu fotosfer yaitu 6000 derajat, jauh lebih rendah dibanding inti. Sedangkan suhu pada korona, lapisan terluar matahari kembali meninggi yaitu sekitar 2 juta derajat. Korona jelas sangat jauh dari inti namun masih menjadi misteri mengapa korona memiliki suhu yang paling mendekati suhu inti bila dibandingkan dengan lapisan yang lain.

Hal ini menjadi topik yang menarik banyak perhatian ilmuan fisika. Memang benar bahwa perbedaan suhu berkaitan dengan fungsi masing-masing lapisan. Tinggi rendahnya suhu diperkirakan juga disebabkan oleh gas penyusun yang menuyusun tiap lapisan matahari. Namun menjadi pertanyaan mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Misteri mengenai perbedaan suhu yang tajam antara lapisan-lapisan matahari menjadi obyek investigasi para ilmuan. Oleh karenanya yuk pahami lebih mendalam tentang lapisan-lapisan tersebut. Matahari memiliki empat buah lapisan. Yang paling dalam adalah inti. Oleh karena suhu pada inti sangat tinggi, di sinilah berlangsung reaksi fusi. Energi yang dihasilkan dari reaksi fusi kemudian dipancarkan ke luar inti secara radiasi. Lapisan kedua setelah ini yaitu fotosfer, atau sering disebut sebagai lapisan cahaya.

Tebal fotosfer yaitu sekitar 350 km dan disebut lapisan cahaya karena fotosfer memancarkan cahaya paling kuat dibandingkan lapisan yang lain. Sebagian cahaya yang dipancarkan fotosfer bisa sampai ke bumi. Oleh karena lapisan ini memancarkan cahaya yang kuat, suhu di fotosfer menjadi sangat rendah dibandingkan inti. Suhu fotosfer adalah sekitar 6000 derajat dan pada suhu ini sebuah benda akan memancarkan cahaya berwarna kuning. Ini sebabnya matahari memancarkan cahaya berwarna kuning.

Lapisan ketiga adalah kromosfer. Tebal lapisan ini sekitar 16.000 km. Bagian atas kromosfer yang berdekatan dengan fotosfer suhu bisa mencapai 10.000 derajat Kelvin. Sedangkan di bagian bawah kromosfer suhu menurun hingga 4000 derajat Kelvin. Kondisi ini serta lapisan kromosfer yang tebal membuat kromosfer disebut sebagai atmosfer-nya matahari. Saat gerhana matahari terjadi, kromosfer akan nampak seperti gelang atau cincin berwarna merah. Warna merah ini terbentuk karena kromosfer memancarkan cahaya lebih rendah dari fotosfer.

Lapisan selanjutnya sekaligus lapisan terluar matahari adalah korona. Bila dibandingkan dengan lapisan-lapisan matarahari yang lain gas yang membentuk korona sangat tipis yang membuat korona sering berubah bentuk. Tebal lapisan ini sekitar 2,5 juta km. Korona juga sering disebut sebagai atmosfer kedua dari matahari setelah fotosfer. Korona dapat diamati dengan menggunakan teleskop Koronagraf. Demikian pembahasan tentang Struktur Lapisan-lapisan Matahari, baca pembahasan lainnya di www.majalahbatu.com

About Abdi Maulana

Abdi Maulana
Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online