Home / Earth Science / Luar Angkasa / Teori Pembentukan Jagat Raya

Teori Pembentukan Jagat Raya

Teori pembentukan jagat raya yang begitu luas ini masih menjadi tanya besar, dengan berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Beberapa ilmuan telah menjabarkan dengan teori-teori yang mereka miliki, dan memprediksi bagaimana jagat raya yang luas ini bisa terbentuk. Namun akan tetapi, teori-teori yang telah dikemukakan tersebut masih belum pasti kebenarannya. Definisi dari jagat raya yang saya maksud bukan hanya yang ada di Galaksi Bima Sakti atau (The Milky Ways atau Kabut Putih). Lebih jauh lagi dengan berdasarkan penelitian, Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada dalam jagat raya, melainkan terdapat ratusan, jutaan bahkan milyaran galaksi pengisi jagat raya ini. Pengertian lebih luas lagi jagat raya adalah ruang yang tidak terbatas yang didalamnya terdapat segala materi yang ada. Termasuk semua sistem tata surya, planet planet yang memiliki galaksi dan semua yang kita belum pernah tahu dari jagat raya itu sendiri. Itulah sebabnya meskipun sudah banyak teori bermunculan tentang jagat raya atau alam semesta ini tidak ada satu teori pembentukan jagat raya yang dianggap paling benar. Dan sampai sekarang para profesor, para ahli science dan sebagai masih melakukan riset tentang asal muasal alam semesta yang kita tempati ini.

Teori Pembentukan Jagat Raya

Membahas tentang teori pembentukan jagat raya yang luas ini. Dari sekian banyak teori yang berkembang di masyarakat ada 3 teori yang sebagian orang mempercayai bahwa teori pembentukan jagat raya tersebut cukup benar, tiga teori tersebut yaitu teori big bang, teori keadaan ekspansi dan kontruksi serta yang terakhir teori quantum. Teori big bang sendiri ialah teori yang menjelaskan bahwa bumi ini bermula dari ledakan yang maha dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu, karena adanya reaksi pada inti massa. Akibat ledakan tersebut inti masa berserakan dan menjauh dari pusat ledaka tersebut. Hasil dari serakan itu mengembang setelah miliaran tahun dan dipercaya hasil dari reaksi tersebut adalah terbentuknnya planet-planet dan galaksi yang ada. Teori big bang juga di dukung dan di perjelas oleh beberapa ahli seperti Vesto Sliper pada tahun 1932 dan Arno Pnezias, Robert Wilson pada tahun 1965 menggunakan teknologi NASA yang bernama COBE spacecraft antara tahun 1989–1993.

Teori selanjutnya yaitu teori ekspansi dan kontruksi atau juga disebut oscillating theory, teori ini menjelaskan bahwa seluruh alam ini terbentuk atau ada karena adanya materi massa ekspansi/mengembang yang dikarenakan reaksi ini hidrogen selama 30 triliun tahun dan kemudian menjadi bintang bintang dan galaksi, kemudian menyusut karena pancaran energi panas dan kemudian mengembang kembali menjadi jagat raya yang kita lihat saat ini.

Teori yang terakhih adalah teori alam semesta quantum yang muncul pada tahun 1966, di kemukakan oleh William Lane Craig bahwa alam semesta dan seluruh isinya ini sudah ada mulai dari puluhan triliuan tahun yang lalu dan akan tetap ada untuk selamanya. Pada teori ini tidak dikenal istilah ruang hampa karena jagat raya sudah ada dari dulu kala.

Sampai saat ini belum dapat dipastikan bagaimana sesungguhnya jagat raya yang luas dan sempurna ini bisa terbentuk dan ada sampai sekaarng. Semua teori pembentukan jagat raya yang telah dikemukakan para ahli diatas tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal ini juga dapat menjadi pengajaran bagi setiap ciptaan Tuhan yang maha kuasa, bahwa Maha Kuasa Tuhan yang menciptakan segala yang ada di jagat raya ini. Dan bagaimana proses terciptanya secara pasti hanya Tuhan semata yang Maha Mengetahuinya. Sekian pembahasan tentang Teori Pembentukan Jagat Raya, baca juga pembahasan lainnya di www.majalahbatu.com

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

One comment

  1. Teori Pembentukan Jagat Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online