Home / Earth Science / Ilmu Kebumian / Bencana Alam Kebakaran Hutan di Indonesia

Bencana Alam Kebakaran Hutan di Indonesia

Bencana alam kebakaran hutan hampir tiap tahun terjadi di Indonesia, setiap kali memasuki musim kemarau ada saja hutan hujan yang terkabar. Diduga dalang dari peristiwa ini adalah para perusahaan sawit yang ingin memperluas lahan perkebunannya. Kawasan yang paling sering terjadi kebakaran adalah hutan yang ada di Pulau Sumatera. Provinsi yang mendominasi besarnya kebakaran adalah Sumatera Barat dan Riau. Kasus terbaru, titik api terbanyak berada di Provinsi Sumbar dengan jumlah 10 titik api. Sedangkan di Sumatera Selatan hanya 1 titik. Selain di Sumatera, kebakaran beberapa waktu lalu juga terjadi di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Diperkirakan ratusan hectare lahan konservasi Taman Nasional Rawaopa Watumohai. Dampak dari kebakaran ini adalah jalan utama dari Bombana menuju Konsel diselimuti oleh asap tebal yang menyebabkan jarak pandang menjadi kabur. Bahkan para pengguna jalan terpaksa menghentikan kendaran mereka guna menghindari kabut.

bencana-alam-kebakaran-hutan-di-indonesia

Bencana alam Kebakaran Hutan juga terjadi di awal tahun 2017 lalu. Kebakaran terjadi di hutan di Provinsi Bengkulu. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 12 titik panas. Berdasar dari pantauan petugas titik panan itu juga meluas sehingga terjadi di Jambi dan Aceh yang masing-masing memiliki satu titik kebakaran. Sebagai negara yang sebagian besar daratannya ditumbuhi oleh hutan, Indonesia mau tidak mau harus selalu siaga dengan kebakaran. Rapatnya jarak hutan menyebabkan kebakaran akan mudah meluas.

Pemerintah harus sedini mungkin mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan yang bisa menyebabkan kerugian negara mencapai triliunan rupiah. Salah satu contoh yang patut ditiru adalah apa yang dilakukan oleh Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Berkat Sawit Sejati (BSS) yang mengadakan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari tim penanggulangan kebakaran internal dan dari beberapa warga desa. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran dan cara untuk mencegahnya.

Baca Juga :  Karakteristik Limbah Dari Segi Kimia, Biologi Dan Fisik

Sementara itu untuk mengantisipasi kebakaran bencana alam kebakaran hutan dan lahan, pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mempersiapkan sekitar 10 helikopter dengan fasilitas water boombing. Penambahan helicopter ini akan dioperasikan di 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalteng. Langkah ini terpaksa diambil pemerintah setempat mengingat Kalimantan adalah pulau yang paling sering dan mudah terkena kebakaran hutan.

Baca Juga :  Dampak Pencemaran Lingkungan

Hal ini dikarenakan jumlah hutan di pulau ini masih padat. Petugas keamanan hutan mengatakan dengan adanya penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meredam api dengan cepat. Terlebih fasilitas water booming yang ada bisa sangat efektif dalam menaklukkan si jago merah. Pemerintah berharap, dari pelatihan ini petugas dan warga desa bisa mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh jika kebakaran hutan sewaktu-wwaktu terjadi.

Meski bencana alam kebakaran hutan sudah hilang, polisi terus memburu pelaku yang melakukan pembakaran. Polisi membentuk Tim Pasukan Khusus (Paskhas) Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru yang tergabung dalam Satgas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau. Tim ini telah berhasil menangkap dua orang pelaku pembakaran hutan. Kedua orang tersebut diduga membakar lahan dengan target seluar 200 hektare laha. Dua orang yang tertangkap itu adalah Rony dan Marjan yang tertangkap di Kabupaten Rohil, Provinsi Riau. Berdasar dari penuturan pelaku, mereka membakar hutan karena disuruh oleh beberapa orang untuk membuka lahan. Kini pelaku telah mendekam di penjara dengan mendapatkan hukuman yang setimpal. Sudah sepantasnya pelaku pembakaran lahan dijatuhi hukuman seberat-beratnya supaya di kemudian hari hal serupa tidak terulang. Sekian pembahasan tentang Bencana Alam Kebakaran Hutan di Indonesiabaca juga tentang Dampak Pencemaran Lingkungan di www.majalahbatu.com

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online