Home / Info Berita / Reklamasi Teluk Benoa

Reklamasi Teluk Benoa

Reklamasi Teluk Benoa mendapat penolakan serius dari sebagian besar masyarakat bali. Sejak pertama kali ditetapkan untuk direklamasi, masyarakat Bali bersatu untuk menggagalkan proyek reklamasi ini. Penolakan ini berangkat dari kepedulian masyarakat akan masa depan biota laut yang terkandung di dalamnya. Banyak upaya telah dilakukan masyarakat Bali untuk menggagalkan proyek yang akan digarap oleh PT. Tirta Wahana Bali Internasional ini. Mulai dari aksi long march yang diikuti oleh ribuan warga adat, melakukan kampanye penolakan lewat media sosial, hingga membuat petisi yang ditujukan kepada Presiden Jokowi Widodo. Isi dari petisi itu menuntut agar Jokowi segera membatalkan Perpres nomor 51 Tahun 2014 yang sudah ditandatangani hampir 40 ribu orang. Selain itu, menurut Koordinator Pasubayan Desa Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa, I Wayan Swarsa mengatakan reklamasi ini merupakan wujud pemerintah tidak menghormati aturan adat Bali. Pelanggaran adat yang dimaksud adalah reklamasi ini akan mengganggu aktifitas ibadah masyarakat adat. Padahal hal ini telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali No 16/tahun 2009 tentang Panduan Rencana Tata Ruang Wilayah Bali hingga tahun 2029 mendatang.

reklamasi-teluk-benoa

Di samping itu, dampak lain yang ditimbulkan dari Reklamasi Teluk Benoa ini adalah rusaknya vegetasi mangrove yang ada di laut karena vegetasi jenis ini sangat sensitif terhadap sedimentasi. Proyek yang akan membuat pulau-pulau kecil di tengah laut ini akan menciptakan proses pendangkalan dengan cepat. Dampak lain yang juga akan terjadi adalah mudahnya daratan terkena banjir. Sebab, proyek reklamasi ini dapat meningkatkan ketinggian air laut. Jika reklamasi ini benar-benar terjadi, wilayah yang paling cepat terkena banjir adalah Tanjung Benoa, Nusa Dua, Tuban, Semawang dan Sanur. Dan, dampak yang paling mengerikan adalah reklamasi ini akan menghancurkan habitat dan ekosistem Teluk Benioa yang telah terbentuk secara alami sejak jutaan tahun silam. Padahal ekosistem ini berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas produksi dan ketersediaan sumberdaya hayati yang bisa menjadi sumber makanan ikan-ikan yang ada di dalamnya.

Alasan yang sering digunakan pengembang untuk melakukan reklamasi Teluk Benoa adalah supaya terjadi revitalisasi laut. Padahal makna dari revitalisasi adalah meningkatkan kembali fungsi Teluk Benoa sebagai daerah perairan, bukan mengalihfungsikannya sebagai daratan. Karena reklamasi adalah kegiatan untuk mengurug dan membangun pulau-pulau buatan di kawasan perairan Teluk Benoa. Jadi, logika revitalisasi yang selalu digaungkan pengembang sebagai kawasan konservasi adalah logika sesat. Sebab, revitalisasi dan reklamasi adalah dua hal yang jauh berbeda.

Selain dampak ekologis, Reklamasi Teluk Benoa ini juga dapat menyebabkan dampak sosial. Menurut Direktur Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara, reklamasi ini bisa berdampak pada kehidupan sosial karena pengambilan keputusan oleh penyelenggara negara belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah perundang-undangan yang berlaku. Menurut Marwan, pemerintah seharusnya melibatkan warga terdampak jika ingin mereklamasi Teluk Benoa. Sebab, merekalah yang palling dirugikan jika terjadi dampak negatife. Tidak adanya upaya mengambil keputusan bersama dengan masyarakat ini membuat Marwan curiga bahwa tujuan dari reklamasi ini adalah untuk tujuan bisnis semata, bukan demi kepentingan publik. Hal ini terlihat dari tujuan reklamasi yang hanya memperioritaskan pengembang dan investor asing. Bagaimana pun juga, proyek reklamasi ini tetap akan memberikan dampak negatif pada masyarakat. Pemerintah sudah seharusnya mendengar aspirasi rakyat yang menoolaknya. Bukan malah mendengar kebutuhan investor yang merusak alam. Jia tidak dibatalkan, pemerintah harus bersiap-siap dengan dampak yang ditimbulkan. Sekian pembahasan tentang Reklamasi Teluk Benoa, baca juga pembahasan menarik lainnya tentang Tambang Pasir di Lumajang Dapat Sebabkan Kerusakan Alam di www.majalahbatu.com

About Abdi Maulana

Abdi Maulana
Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online