Home / Info Berita / Tambang Pasir di Lumajang Dapat Sebabkan Kerusakan Alam

Tambang Pasir di Lumajang Dapat Sebabkan Kerusakan Alam

Tambang Pasir di Lumajang beberapa waktu lalu sempat mengagetkan publik. Desa Selok Awar-Awar yang merupakan salah satu lokasi penambangan mendadak terkenal di akhir tahun 2015 lalu. Penyebabnya bukan karena faktor prestasi warga atau pemerintah desanya, melainkan karena konflik penambangan pasir yang berujung maut. Salim Kancil dan Tosan adalah dua warga yang menjadi korban pengeroyokan para penambang illegal di desa yang berada di Kabupaten Lumajang tersebut. Keduanya mengalami luka serius di sekujur tubuh, namun hanya Tosan yang selamat. Sedangkan rekannya, Salim Kancil, langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari berbagai pihak. Aktifitas penambangan pasir yang bertahun-tahun beroperasi ini mulai mendapat kecaman serius, tak terkecuali dari aktivis lingkungan. Organisasi lingkungan Walhi Jatim mengatakan di Kabupaten Lumajang terdapat 300 kawasan pesisir yang ditambang.

tambang-pasir-di-lumajang-dapat-sebabkan-kerusakan-alam

Tambang Pasir di Lumajang ini jelas berbahaya bagi ekosistem laut dan kehidupan warga sekitar. Penolakan yang dilakukan Salim Kancil dan pegiat lingkungan lainnya sangat beralasan. Sebab, jika dibiarkan terus-menerus dapat menimbulkan masalah lingkungan yaitu meninggalkan lubang bekas galian yang berbahaya dan menyebabkan kenaikan air laut yang dapat merusak lahan pertanian warga. Pasir yang ditambang ini menyisakan banyak lubang berukuran raksasa. Lubang-lubang ini pernah menelan korban jiwa yaitu seorang anak tenggelam lalu terperosok ke dalamnya. Di samping itu, warga yang sebelumnya berpfofesi sebagai pencari karang di pantai terpaksa kehilangan pekerjaan mereka. Dampak kerusakan ini akan terus bertambah jika tidak ada upaya serius untuk mencegahnya.

Tambang Pasir Di Lumajang ini juga berpotensi menyebabkan kerugian negara mencapai Rp11,5 triliun. Berdasarkan data yang dihimpun Walhi di lapangan truk yang sehari-hari beroperasi mengangkut material pasir berjumlah sekitar 500 truk. Jadi, dalam setahun ada 6,3 juta ton pasir yang diangkut keluar dari Lumajang. Jika terus dibiarkan, tambang pasir ini akan mengakibatkan dampak lingkungan yang besar. Walhi mengatakan, saat ini Lumajang adalah kabupaten yang memberikan izin penambangan terbanyak di Indonesia dengan total izin sebanyak 62 izin. Namun, angka ini berbalik dari pendapatan asli daerag (PAD) dari sector tambang yang terus mengalami penyusutan tiap tahunnya. Pasir Lumajang jadi banyak diburu karena kualitasnya yang terkenal bagus untuk bahan konstruksi bangunan. Harga jual pasir ini sangat tinggi, satu truk pasir di Lumajang seharga Rp 400 ribu, namun setelah tiba di Surabaya naik hingga Rp. 1,2 Juta. Hal inilah yang membuat masyarakat, baik dari Lumajang maupun luar, berbondong-bondong datang untuk mengeruk pasir.

Tambang Pasir Lumajang ini semenjak menelan korban jiwa, mulai mendapat perhatian serius dari penegak hukum untuk mengusut kasusnya. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Polda Jawa Timur, pihaknya telah menangkap dua oknum polisi yang dituduh menerima sogokan dari para penambang illegal untuk memuluskan aktifitasnya. Sementara Kepala kepolisian Resor Lumajang, Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail menyatakan telah menetapkan 23 tersangka dalam kasus penganiayaan pembunuhan aktivis anti tambang tersebut. Tidak hanya aparat penegak hukum, Ketua Komisi Hukum DPR, Benny K Harman juga mendesak pihak kepolisian untuk serius dalam memproses hokum anggota polisi yang terlibat pelanggaran hokum ini. Anggota dewan ini mengaku kecewa sebab penambangan liar ini lambat dihentikan. Meninggalnya aktivis lingkungan, Salim Kancil, ini telah menjadi ‘alarm’ bagi kita semua bahwa aktifitas penambangan ini bisa berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup anak cucu kita di kemudian hari. Sekian info tentang Tambang Pasir di Lumajang Dapat Sebabkan Kerusakan Alam, baca juga info lainnya tentang Keunggulan Tanah di Indonesia di www.majalahbatu.com

About Abdi Maulana

Abdi Maulana
Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

harga-gps-garmin-2017

Harga GPS Garmin 2017

Harga GPS Garmin 2017 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seal Online