Home / Pengalaman Pribadi / Project Pengukuran Ke Halmahera Utara, Maluku Utara

Project Pengukuran Ke Halmahera Utara, Maluku Utara

Pada akhir bulan 7 tahun 2018 kemarin, saya mendapatkan tawaran job untuk pengukuran elevasi / topografi di daerah simau kecamatan galela, kebupaten halmahera utara, provinsi maluku utara. Luas pekerjaan pengukuran kurang lebih sekitar 400 an hektar. Saya dan tim sama-sama berangkat menuju halmahera utara dari banda aceh pada sore hari (sekitar jam 4 sorean) naik Lion air (budgednya minim sih, hehhee).

Kami tiba di ternate pada esok harinya jam 7 pagi waktu indonesia timur (WIT), setelah itu kami langsung berangkat ke pelabuhan untuk menaiki kapal angkutan umum (feri gitu kalau gak salah) menuju Sofifi. Jadi kapal ini sekalian membawa mobil kami juga untuk jalan ke lokasi nanti. Kurang lebih waktu perjalanan adalah 3 jam naik kapal dan 5 jam perjalanan darat. Sampai dilokasi kurang lebih jam 10 an malam lah…

Selama diperjalanan diatas kapal, kami diberitahukan bahwa gunung yang ada dibelakang saya adalah gunung dari uang seribu dulu. nih coba liat.

Mirip kan…hahaha….saya sangat terkejut ketika kami mengetahui tentang info ini, rupanya gunung dari uang seribu itu adalah gunung yang ada didaerah ternate yang saat ini sedang kami lewati. Ok, kembali ke laptop. Esok hari setelah kami menginap dibase, kami pagi-pagi melakukan meeting terlebih dahulu untuk menentukan base tempat alat atau survey lokasi untuk melakukan planning, menentukan tempat titik BM(Bench Mark) dan membuat BM serta CP. Setelah itu, besoknya baru kami turun kelapangan untuk melakukan pengukuran.

Besoknya setelah kami membuat titik BM, kami langsung terjun kelapangan untuk melakukan pengukuran elevasi atau ketinggian tanah. Saya dan team dibantu oleh satu warga lokal bernama Syahril, dia sangat cekatan dan lihai dalam melakukan tugasnya didepan kami untuk memotong dan membersihkan jalan untuk kami. Pengukuran ini menggunakan alat Geodetic Javad-Triumph. Hasil lebih akurat dan lebih cepat dibandingkan dengan Total Station/TS. Jika pakai TS, mungkin bisa memakan waktu 3 mingguan, tapi dengan menggunakan Geodetic, hanya memerlukan waktu 10 Hari saja. Di areal pengukuran banyak sekali pohon kelapa dan tanaman coklat, karena memang penghasilan daerah ini dari hasil panen kelapa saja, Kata mereka sih dulu ada perusahaan atau tempat bisnis coklat, tapi sekarang sudah tidak ada lagi.

Baca Juga :  Perkembangan Waterpass Digital

Kegiatan pengukuran berlangsung selama kurang lebih 8 harian dilapangan dan terdiri dari 3 BM alat Geodetic selama kegiatan pengukuran berlangsung. Data langsung saya olah dilokasi dan saya masukkan kedalam laporan. Hasil pengukuran berupa peta kontur, peta titik elevasi dan peta kemiringan lereng. Berikut ini beberapa hasil dari kegiatan pengukuran yang berlangsung selama 8 harian tersebut.

Mungkin sekian dulu cerita kita tentang perjalanan pengukuran ke Ternate ini, sampai ketemu di sharing berikutnya….

About Abdi Maulana

Seorang ahli Teknik Geologi dan sangat senang bekerja didepan komputer. Membagi ilmu kepada orang lain merupakan kesenangan tersendiri. Gemar dengan software pemetaan dan terbiasa dengan software - software Geo. WORK EXPERIENCE : Jun 2012 - Sep 2012 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2012 - Sep 2012 : Asisten Geofisika at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Head GIS Asistant at STTNAS Jun 2013 - Sep 2013 : Asisten Geofisika at STTNAS Mar 2014 - May 2014 : Head GIS Asistant at STTNAS September 2015 – March 2016 : GIS at Global Artha Karya (Bukit Berlian Group)

Check Also

Harga GPS Garmin 2018

Harga GPS Garmin 2018 akan dibahas pada artikel ini, bagi anda para pemburu GPS Garmin luangkanlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seal Online